Kardus Imajinasi

Kardus Imajinasi

Rabu, 25 Juli 2018

Dukungan Kalimantan Utara untuk Asian Games 2018


Walaupun saya berdomisili di kota yang dijuluki Paris Van Java, saya memiliki kuriositas terhadap provinsi baru di Indonesia terhadap penyelenggaraan acara 4 tahun sekali, Asian Games 2018. Lantas, bagaimana cara mereka dalam menghadapi Asian Games tersebut? Mari kita simak, bermula dari pengenalan profil singkat provinsi ini, lalu dilanjutkan dengan memperkenalkan singkat mengenai Asian Games dan diakhiri dengan beberapa artikel yang terkait keduanya.

Kalimantan Utara merupakan provinsi teranyar di Indonesia, sejak  25 Oktober 2012 berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2012  . Provinsi ini berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia bagian Timur (Sabah dan Serawak). 



 
Peta Kaltara (sumber: http://bappeda.kaltaraprov.go.id/)


Asian Games—berdasarkan website resmi —ini pertama kali diadakan 4-11 Maret 1951. Diikuti 491 atlet dari 11 Komite Olimpiade Nasional (NOC) yakni Afghanistan, Burma, Ceylon/Srilangka, India, Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura, dan Thailand. Cabang Olahraga yang ditandingkan atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, balap sepeda (jalan raya dan trek), sepak bola , dan angkat besi. Para olahragawan dalam acara ini merebut 169 medali emas.

Indonesia sebelum saat ini pernah menjadi tuan rumah Asian Games lho! Tepatnya, pada tahun 1962 pernah menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Acara ini dibuka oleh presiden Soekarno di Gelora Bung Karno. 13 cabang olahraga; atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, tinju, balap sepeda (jalan raya dan trek), hoki, sepak bola, menembak, tenis meja, tenis, bola voli, dan gulat.

Sungguh beruntung Indonesia menjadi tuan rumah kembali! Tidak sungkan-sungkan, pemerintah memilih di angka yang cantik (18-8-2018) untuk acara pembukaan. Sungguh mudah dihapal di luar kepala, bukan?

Maskotnya apalagi lucu-lucu. Diantaranya


Untuk saat ini cabang olahraga terbaru  yang ditandingkan adalah basket 3x3, bridge,  jetski, paralayang, pencak silat, ju jitsu, sambo, kurash, panjat tebing, rollersport. Beberapa sungguh asing di telinga kita, bukan? kuy kita simak terlebih dahulu, definisi dari beberapa cabang olahraga yang diikutsertakan dalam Asian Games kali ini.


  • Bridge 

Bridge--berdasarkan website resmi-- sering disebut bridge kontrak, atau sering disingkat dengan sebutan hanya bridge. Cabang olahraga ini adalah permainan kartu yang dimainkan oleh empat orang yang terbagi menjadi dua tim.

Masih dalam website yang sama, Bridge dimainkan dengan satu set kartu standar yang terdiri dari 52 kartu, yang dibagi menjadi 13 kartu untuk setiap pemain.


Bridge seperti main kartu biasa yang sering kita temui, bukan? Tetapi ternyata ini menguras pikiran (otak) dalam bersiasat agar lawan kalah.
Olahraga Bridge (sumber: https://asiangames2018.id/news/articles/sepuluh-cabor-baru-asian-games-2018/)
  • Sambo
Masih cabang olahraga yang asing didengar, tetapi akan diikutsertakan, yaitu Sambo. Olahraga ini berdasarkan webiste resmi Asian Games, cabang olahraga ini merupakan sebuah singkatan! Wow... apakah itu? SAMozashchita Bez Oruzhiya, yang artinya "pertahanan diri tanpa senjata".

Dalam sejarahnya (dari website resmi Asian Games 2018), Sambo berkembang di Rusia pada awal 1920-an. Kala itu, Pasukan Merah Soviet ingin meningkatkan kemampuannya dalam bertarung tangan kosong.

Dari definisi dan sejarahnya saja tanpa senjata, lantas bagaimana olahraga ini? Ternyata olahraga ini gabungan banyak teknik yang berasal dari gulat, judo, jujitsu, tinju, savate dan seni beladiri lain. Menarik, bukan? 



Sambo (sumber:  https://asiangames2018.id/news/articles/sepuluh-cabor-baru-asian-games-2018/)
  • Kurash
Cabang olahraga satu ini dilansir dari website resmi, memiliki asal daerah, yaitu Uzbekistan. Jika dilihat dalam foto di bawah ini seperti gulat tetapi berpakaian judo? Ya ini terlihat seperti gabungan dua olahraga tersebut.  Gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan "seragam". Hanya saja perbedaan bantingan Kurash dengan bela diri lainnya adalah ketika kondisi bantingan berada dalam posisi berdiri pada kaitan atas, tidak diperbolehkan menggunakan kaitan pada kaki.

Ternyata, dalam website resmi Asian Games 2018 ini menjelaskan bahwa olahraga ini termasuk olahraga beladiri tertua di dunia, diperkirakan sudah ada sejak 3.500 tahun yang lalu. Wow, menakjubkan, bukan?

Kurash (Sumber: https://asiangames2018.id/news/articles/sepuluh-cabor-baru-asian-games-2018/)



 Dari momen bersejarah inilah berbagai daerah menggalakan dukungan mereka terhadap atlet mereka dan keberlangsungannya acara. Salah satunya adalah yang baru berumur muda ini. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari berita lokal Kalimantan Utara, menyebutkan bahwa pada hari Sabtu, 7 Juli 2018 seluruh jajaran pemerintah bersama polda warga Kalimantan dengan MURI, membuat rekor menggunakan sekitar  651 speedboat untuk membentangan poster sepanjang 1.050 meter. Acara ini serta merta untuk memperingati HUT ke-72 Bhayangkara, Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 dan yang paling penting adalah turut meramaikan Asian Games 2018. Tak mengherankan jika Kapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol Indrajit mengatakan usai penerimaan mendapatkan penghargaan rektor MURI,

"Penghargaan MURI dunia ini milik kita semua,"


Sebelumnya, pada tanggal 30 Juni pada pukul 16.00 Wita, provinsi dengan sepertiga penduduknya dari transmigran Pulau Jawa  ini menjadi garis finis  tim sepeda Jelajah Nusantara (di Bulungan, Ibu Kota Kalimantan Utara).  Acara ini diakhiri dengan foto bersama dengan latar belakang pemandangan yang begitu indah. Sebab sekaligus sebagai ajang promosi daerah.

Sementara itu, berdasarkan portal berita lokal lainnya , Ketua DPRD Kalimantan Utara, Bapak Marthen Sablon menambahkan, provinsi ke-34 di Indonesia ini, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Asian Games 2018 yang dilaksanakan di Palembang dan Jakarta Menurutnya, beberapa atlet yang membela nama Indonesia pada perhelatan olahraga tingkat Asia itu diikuti oleh atlet asal daerah mereka, diantaranya Andi Yoga Ananda dan . Nur Rahman Effendi.

Dengan akan berlangsungnya acara tersebut, berdasarkan kantor berita Antara memberitakan dari hasil wawancara via telepon seluler dengan Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Kaltara, Kombes Pol Mohammad Yamin Sumitra, mengatakan bahwa Polri dan TNI serta seluruh jajaran pemda terus melakukan deteksi dini terhadap upaya-upaya yang dapat meronrong keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat khususnya menjelang pelaksanaan Asian Games pada Agustus 2018 ini.

Ternyata, tidak hanya aparat yang berwenang saja, ternyata berdasarkan informasi yang di dapat masih dari kantor berita Antara menyebutkan,

"Dukungan sepenuhnya masyarakat di daerah itu yang selalu membantu menjaga kamtibmas dengan melakukan antisipasi sehingga Provinsi Kaltara tetap aman."

So, mereka aja mendukung acara ini dari berbagai cara yang menarik, masak kamu enggak dukung sih? Ayo, kita dukung acara ini agar acara ini semakin sukses, lancar dan tentunya Indonesia juara!!




Referensi:

  1. https://asiangames2018.id/
  2. http://kaltara.prokal.co/read/news/20439-kampanyekan-gerakan-olahraga-dan-asian-games-2018.html
  3. http://kalimantan.bisnis.com/read/20180707/407/813968/rayakan-asian-games-2018-kaltara-ukir-dua-rekor-dunia
  4. http://bappeda.kaltaraprov.go.id/halaman/sejarah-kalimantan-utara
  5. https://kaltim.antaranews.com/berita/14414/irianto-yakin-kalimantan-utara-bisa-cepat-berkembang
  6. http://kaltara.prokal.co/read/news/18020-kaltara-malah-diperhatikan-kaltim.html
  7. https://kaltara.antaranews.com/berita/450508/kaltara-aman-dari-gerakan-terorisme-jelang-asian-games

Tidak ada komentar: